Ruangguru Kampanye #IniBaruJuara, Memaknai Kembali Arti Prestasi

Platfrom pendidikan Ruangguru meluncurkan kampanye #IniBaruJuara untuk mengajak memaknai kembali apa arti prestasi yang lebih baik. Kampanye ini mengusung semangat inklusivitas dan merupakan ajakan bagi seluruh pemangku kepentingan di dalam sistem pendidikan.

VP Marketing Ruangguru, Ignatius Untung Surapati, menerangkan bahwa melalui kampanye #IniBaruJuara pihaknya menegaskan bahwa pendidikan berkualitas, tidak berjarak, dan fleksibel harus menjadi hak siswa. “Kami mengerti, kesuksesan dan prestasi memiliki keanekaragaman makna, dan senantiasa dijadikan sebagai cerminan atau refleksi nilai diri setiap pribadi,” ujar dia dalam acara virtual Selasa, 4 Januari 2022.

Kampanye hadir sebagai tindaklanjut hasil survei Ruangguru terhadap lebih dari 360 responden di Indonesia untuk memahami aspirasi dan persepsi pendidikan dan prestasi. Hasilnya, mayoritas responden meyakini pendidikan merupakan kunci jaminan masa depan sejahtera dan tidak terbatas hanya pada pencapaian akademis.

“Motivator dan inspirasi justru datang dari teman kelas yang mampu menyeimbangkan kesenangan dan tanggung jawab akademis,” kata Untung.

Sedang makna juara, bagi sebagian besar responden, adalah saat mereka mampu membuat perubahan yang lebih baik di dalam hidup mereka. “Sehingga tidak banyak dari responden merasa terinspirasi dengan temannya yang selalu meraih ranking satu di kelas mereka,” tutur Untung.

Namun mayoritas responden juga menganggap bahwa sistem pendidikan terkadang memiliki keberpihakan kepada pelajar dengan ranking atas. Padahal, Untung berujar, mereka senang dengan pendidik yang dapat merangkul semua pelajar dan mengajarkan materi dengan menyenangkan.

Oleh karena itu, Untung melanjutkan, fungsi nilai akademis dan ranking seharusnya hanya sebatas tolok ukur pemahaman materi dan menjadi landasan strategi sistem pendidikan dalam mengatur program studi. “Bukan sebagai patokan penilaian kesuksesan dan standar prestasi siswa yang bersifat final.”

Kampanye #IniBaruJuara turut menyoroti dan merayakan setiap pelajar dari latar belakang majemuk tanpa terkecuali. “Yang mau berjuang demi kemajuan sekecil apa pun, di segala kondisi dan tantangan, untuk menjadi versi diri yang lebih baik,” tutur Untung.

Pola itu didukung oleh Psikolog Anak dan Remaja, Vera Itabiliana Hadiwidjojo, yang menerangkan, orang tua dan pendidik memiliki peran penting dalam membantu menanamkan pola pikir pro-growth sejak dini kepada anak-anak. Sehingga, makna kesuksesan dan prestasi disebutnya diukur dari setiap pencapaian apa pun demi kebaikan diri.

Menurut Vera, orang tua dan pendidik patut menuntun anak-anak sehingga bisa menanamkan pola pikir yang mengakui segala bentuk pencapaian. Bukan hanya demi kebaikan diri, tapi untuk membangun rasa percaya diri mereka. “Sehingga perlahan-lahan, pencapaian signifikan pun memiliki makna yang lebih mendalam,” kata Vera.

Leave a Reply

Your email address will not be published.