Tulus Hadirkan Warna Baru dan Gandeng Sejumlah Musisi Ternama di Album Manusia

Tulus menghadirkan warna baru dalam album kelima bertajuk Manusia yang dirilis pada Kamis, 3 Maret 2022. Tulus mengatakan terdapat banyak perkembangan di album Manusia jika dibandingkan dengan karya-karya yang telah dia rilis sebelumnya.

“Selain sudut pandang penulisannya yang berkembang, aransemen di album ini juga berkembang. Warna di album ini juga baru dan itulah yang saya dan seluruh talenta coba tawarkan,” kata Tulus dalam konferensi pers virtual pada Jumat, 4 Maret 2022.

Menurut Tulus, warna-warna baru tersebut akan banyak ditemukan selama mendengarkan album Manusia. Berbagai alat musik yang belum pernah terdengar di album-album sebelumnya akan dihadirkan di album Manusia. “Untuk tahu alat musik itu apa, harus dengarkan sendiri supaya terasa elemennya,” kata Tulus.

Album yang dikerjakan dalam kurun waktu dua tahun ke belakang ini berisikan 10 lagu dengan lirik yang semakin matang sekaligus mengedepankan keeleganan Bahasa Indonesia. Diberi judul Manusia karena album ini merupakan representasi dari lagu-lagu di dalamnya yang menceritakan ragam dinamika rasa manusia.

Warna baru, intepretasi baru, dan jenis musik yang berkembang di album ini justru tidak mengubah karakter Tulus. “Setiap bikin karya saya selalu inginnya setiap karya yang dirilis terasa baru tetapi pada saat yang bersamaan tidak terasa asing, saya ingin selalu terasa familiar dengan semua teman-teman yang sudah mendengarkan saya dari hari pertama dan tidak merasa asing ketika baru mendengar di album kelima,” kata Tulus.

Album Manusia didominasi dengan warna biru. Tulus mengatakan warna tersebut menjadi salah satu kebaruan yang ditawarkan di album ini. “Kita memilih warna yang sebetulnya masih bersinggungan dengan perjalanan-perjalanan sebelumnya sehingga terasa seperti progress tetapi segar,” kata musisi 34 tahun ini.

Tulus bekerja sama dengan Ari Renaldi, produser yang telah menghasilkan multipel karya bersama. Tulus juga menulis lagu dengan kolaborasi bersama Dere, Petra Sihombing, Topan Abimanyu, dan Yoseph Sitompul. Beberapa di antara lagu dalam album ini, kian disempurnakan oleh orkestrasi dari Erwin Gutawa. Puluhan sessionist profesional, paduan suara, hingga orkestrasi besar juga terlibat dalam album ini.

“Album ini adalah album yang dirakit oleh begitu banyak talenta di dalamnya dan saya sangat bersyukur bisa mendapatkan kesempatan dipertemukan dan bekerja sama dengan talenta-talenta yang luar biasa di album ini,” kata Tulus. “Banyak sekali manusia yang terlibat sehingga semakin cocok rasanya kalau album ini diberi judul Manusia.”

Selama berkarya 10 tahun di industri musik, Tulus telah merilis lima album. Tidak dipungkiri bahwa peran serta Teman Tulus, sebutan untuk penggemarnya sangat menentukan apa yang telah dia alami dan rasakan selama ini. Tulus berterima kasih kepada Teman Tulus yang telah mendukungnya sejak pertama kali merilis lagu.

“Untuk seluruh Teman Tulus yang sudah bersama selama ini, tidak henti-hentinya saya ucapkan terima kasih. Terima kasih sudah meyakinkan saya untuk tetap berkarier di dunia musik sampai sekarang,” kata Tulus. “Saya juga berharap album saya ini dapat tumbuh besar dan mampu membesarkan hati teman-teman semuanya.”

Leave a Reply

Your email address will not be published.